10 Amaedola (Peribahasa Nias) yang Mengubah Hidup Kamu

0 11.613

  • Asu mbolokha ba no ifadayadaya gi’onia.
    (Anjing pemburu yang baik, ekornya mendatar saja).
    Orang pandai dan berilmu, tidak mau membanggakan dirinya atau sombong.
  • Aetu zinali tola latohu, fabali dödö zifahuwu, afökhu wamagö mangawuli.
    (Kalau putus tali bisa disambung,kalau persahabatan susah memperbaikinya).
    Hati-hati betul bersahabatan, timbang rasa tenggang menengangkan supanya selamat. Kalau istri bisa diganti kalau meninggal, tetapi sanak famili tak dapat diganti.
  • Amuata nifaigi ba buabua nitöngöni.
    (Kelakuan yang dilihat dan tingkah laku yang diingat-ingat).
    Orang dinilai dari kelakuan dan budi pekerti.
  • Hulö molau aruru’a nono zamagöwaulu, heza faki mba’e ba ba da’ö ilau.
    (Seperti memasang perangkap anak samagöwaulu, dimana berbunyi kera disana dipasangnya).
    Mengerjakan usaha yang akan berhasil. Orang yang belum tetap pendirian, dimana ada berita baru disana dia datang/kejar.
  • Aetu dalu ba wamadöni.
    (Putus ditengah karena tarik menarik)
    Perselisihan yang tidak ada yang mengalah akhirnya dapat kerugian besar.
  • Hulö nasu samadöni töla.
    (Seperti anjing memperebutkan tulang).
    Orang tamak memperebutkan mencari rezeki, atau memperebutkan harta. Orang rakus yang merampas harta orang lain.
  • Ha fatua aukhu wanaba baewa.
    (Selagi panas memotong belut).
    Semua pekerjaan harus dikerjakan pada waktunya. Kerjakanlah apa yang harus dikerjakan sekarang juga.
  • Fehalöwa mbaѐwa fehalöwa la’edo, tatehe tahöhökha naha danga fa’aro.
    (Sifat belut dan sifat limbat, kita lukai sedikit tempat pegangan supaya kuat).
    Pekerjaan sulit dan berat, harus dikerjakan menurut keadaan sifatnya, supaya lekas selesai.
  • Hulö mbu mbisi lö atabö ba lö afuo.
    (Seperti bulu/rambut betis, tak gemuk dan tak kurus).
    Persahabatan sebaiknya jangan terlalu rapat dan jangan terlalu jauh.
  • Na lakete waha kambölö ba irugi waha kabera wa’afökhö.
    (Kalau dicubit paha kanan, dan merasa sakit juga paha kiri).
    Orang yang turutt merusak nama kaum keluarga sendiri, ia sendiri turut rusak dan malu. Jika seorang kaum keluarga kita digangu atau dianiaya orang, kita ikut juga merasakannya.

Sumber: Buku Amaedola nano-Pepatah dan Artinya.

Be Smart, Read More Artikel dari Penulis

Comments

Loading...