Ketika Dunia Menghimpitmu

0 469

“Orang tidak mati karena bunuh diri; mereka mati karena kesedihan”
– Anonim –

Perasaan yang tertekan menyebabkan kehendak atau keinginan seolah tumpul dan mati. Ia dapat menjadi orang yang pasif dan tidak memiliki tujuan hidup yang jelas. Bahkan, ia malas melakukan kegiatan sehari-hari dan tidak berani menghadapi kenyataan hidup. Gangguan secara fisik yang dialami sering kali disebut psikosomatik, yakni gangguan kejiwaan yang menggejala secara badani sebagai gangguan tubuh. Reaksi fisik terhadap perasaan gelisah biasanya berbentuk gangguan pencernaan, dan sakit kepala.

Saya pernah mengalami tekanan, (tak jarang) lebih-lebih dalam dunia pelayanan yang dimana saya masih tidak tau apa-apa. Mungkin mereka tidak merasa telah menekan saya tapi saya saja yang terlalu peka akan hal itu, atau barangkali saya juga terlalu sensitif  dengan hal itu.

Setelah saya pahami, saya mengatakan hal itu “ketika dunia menekanku, ketika itu juga dunia sedang mengajariku akan sesuatu hal”. Ini bisa jadi juga tekanan yang kita terima dari atasan, merasa direndahkan, ataupun teman sebaya yang suka ingin berwenang atau seolah-olah berkuasa akan diri kita.

Dalam buku Beatrice Sparks “Almost Lost” berkata “orang yang selalu mengaku paling benar, paling baik, paling berwenang, paling hebat dan berkuasa adalah orang yang menderita rendah diri.”[1]  ini bisa karena lingkungan atau keluarga yang  telah membuatnya seolah-olah tak mampu!

Mungkin dulu saya agak jengkel dengan orang-orang seperti itu. Tapi sekarang jika aku mengingat akan kalimat diatas, sebagian aku merasa kasihan akan pribadi mereka yang merugikan orang lain tersebut. Kalimat itu cukup menghibur ketika kita berada dalam posisi yang tertekan saat itu, dan disaat itu juga waktu yang tepat untuk membuktikan pribadi kita yang kuat, dan memiliki mental yang sehat untuk selalu berpikir positif.

Anda tidaklah buruk!

Jika ada orang-orang yang senang menghina kita dan akhirnya membuat kita malu serta tidak percaya diri, mulai sekarang jangan lagi bersedih dan merasa kecewa. Ingatlah sewaktu Tuhan menciptakan bumi dan isinya, setiap kali Ia berfirman untuk ciptaan-Nya, Ia mengatakan bahwa semuanya itu baik. Hal ini termasuk manusia, yaitu kita. Tuhan menjadikan kita segambar dengan dia dan dikatakan baik adanya. Jangan lagi merasa rendah diri, abaikan semua kata-kata negatif yang orang keluarkan untuk menekan perasaan kita.

Kritikan untuk kebaikan

Perjalanan hidup tidaklah mulus atau bebas dari hambatan. Kita akan menjumpai orang dari berbagai kalangan yang memiliki berbagai karakter. Ada yang menyayangi kita dan ada juga yang membenci. Ada yang memuji dan pastinya ada juga mengkritik dengan kritikan yang terasa begitu pedas.

Saya pernah membaca buku historis tentang “Hoegeng” sosok yang patut diteladani karena satu-satunya polisi yang memiliki hati yang mulia. Disela-sela kisahnya yang begitu mengharukan tatkala beliau juga menerima komentar-komentar negatif dari orang-orang dalam kehidupannya. Beliau menyimpulkan komentar negatif tersebut sebagai “predikat pujian yang berkonotasi negatif”.[2]

Dalam hidup ini sudah pasti semua orang  menginginkan pujian dari pada kritikan yang barangkali membuat kita tertekan. Respon dari kedua hal ini tidaklah sama. Tidak banyak orang yang akan bangkit setelah mendapatkan kritikan atau penghinaan dari sesama. Ketika mendapat penilaian negatif dari orang lain, kita hanya memiliki dua pilihan. Pertama membiarkan penilaian negatif tersebut merusak kita dan yang kedua justru menjadikan penilaian tersebut sebagai penyemangat untuk menjadikan kita pribadi yang lebih baik.

Kadang kritikan pedas dari musuh sangat bermanfaat daripada pujian halus dari seorang teman. Ingat, orang sukses dan orang gagal sama-sama pernah mendapatkan penilaian negatif. Bedanya orang sukses menjadikan penilaian negatif tersebut sebagai pemicu kesuksesannya, sedangkan orang gagal menjadikan penilaian negatif sebagai pemicu keterpurukannya.

“Untuk setiap orang baik, ada pembencinya. Sabarlah, mereka adalah orang yang kagum kepada anda dengan cara yang salah”
-Mario Teguh-
“Rasa sakit saya dapat menjadi alasan untuk membuat seseorang tertawa. Tetapi tawa saya tidak harus menjadi alasan untuk seseorang merasakan sakit”
-Charles Spencer Chaplin –

 

Salam

Ndaha Kecil ^^

 

 

[1] Beatric Sparks, Almost Lost, (Jakarta : Gramedia Pustaka Utama ) hlm. 119-120
[2] Aries Santoso, DKK, Hoegeng, (Yogyakarta : Bentang Pustaka, 2009), hlm. 175

 

Be Smart, Read More Artikel dari Penulis

Comments

Loading...