Makna Warna Dalam Pakaian Adat Nias

0 5.483

Saya Herman Julius Harefa akan menceritakan sedikit  tentang warisan leluhur kami yaitu: Desa Bawomataluo dan Pakain Adat Suku kami.

Desa Bawomataluo sebuah desa adat yang sudah berusia ratusan tahun, saya dan kita semua bangga sekali menjadi suku nias karna saat ini telah menjadi salah satu warisan budaya dunia yang telah diusulkan oleh UNESCO sejak tahun 2009 dan pada bulan Desember 2012 lalu, dianugerahi sebagai salah satu Wonder of the World from Indonesia oleh The Real Wonder of the World Foundation.

triptrus.com

Desa Bawomataluo yang secara harafiah berarti Bukit Matahari ini dan diperkirakan di dirikan antara tahun 1830-1840 merupakan sebuah perkampungan dengan deretan rumah adat tradisional (Omo Hada) khas Nias Selatan dengan jumlah 137 Omo Hada yang masih utuh dengan sebuah OMO SEBUA (Rumah Adat Besar/ Rumah Raja di tengah-tengahnya). Perkampungan yang berada di atas bukit kecamatan Fanayama Kabupaten Nias Selatan ini terletak pada ketinggian 270 meter di atas permukaan laut, saat ini dihuni oleh 1310 Kepala Keluarga (KK).

Pakaian adat kami suku Nias dinamakan Baru Oholu untuk pakaian laki-laki  seperti yang saya gunakan di foto saya ini dan Õröba Si’öli untuk pakaian perempuan. Pakaian adat tersebut biasanya berwarna emas atau kuning yang dipadukan dengan warna lain seperti hitam, merah dan putih. Saya sangat bangga sekali menggunakan pakaian suku saya sendiri yang sangat unik, jangan salah loh Pak Jokowi telah memakai baju pakaian suku Nias ketika beliau berkunjung ke Pulau Nias. Lalu pada ulang tahun Kemerdakaan Negara kita bulan agustus yang lalu dimana Bapak Yasonna H. Laoli menjadi juara pertama dalam menggunakan pakain adat daerah masing-masing, kita harus bangga menjadi suku nias. Adapun filosofi dari warna dan asesoris yang digunakan dalam pakain Adat Nias ini, antara lain:

Warna kuning yang dipadukan dengan corak persegi empat (Ni’obakola) dan pola bunga kapas (Ni’obowo gafasi) sering dipakai oleh para bangsawan untuk menggambarkan kejayaan kekuasaan, kekayaan, kemakmuran dan kebesaran. Warna merah yang dipadukan dengan corak segi-tiga (Ni’ohulayo/ ni’ogöna) sering dikenakan oleh prajurit untuk menggambarkan darah, keberanian dan kapabilitas para prajurit. Warna hitam yang sering dikenakan oleh rakyat tani menggambarkan situasi kesedihan, ketabahan dan kewaspadaan.
Selamat membaca Ya’ahowu..

Be Smart, Read More Artikel dari Penulis

Comments

Loading...