Pendidikan

Hari Pendidikan Nasional

0 403

Manusia-manusia yang telah dewasa sadar bahwa penting untuk memperbaharui hidup menjadi lebih baik. Ya, alaminya manusia terus dan terus meningkatkan standar kehidupan.

Salah satu caranya adalah dengan memiliki pendidikan. Bangsa Indonesia pun sadar akan hal ini. Jadi, tidak heran pemerintah dengan giat mencanangkan berbagai program untuk memajukan pendidikan Indonesia. Sekolah-sekolah dibangun hingga ke pelosok sebagai tempat belajar. Pelatihan demi pelatihan juga diadakan sebagai bentuk kepedulian terhadap perkembangan keterampilan.

Berharap semua anak bangsa mengenyam pendidikan yang baik, tidak tanggung-tanggung pemerintah menyediakan sekolah gratis. Orangtua juga kini sadar pentingnya menyekolahkan anak. Lihat saja sekeliling kita, orang tua berusaha agar anaknya bersekolah di tempat yang layak.Bahkan jika anak bermalasan mereka tidak sungkan membujuk anaknya. Bahkan diantarkan hingga pendidikan lebih tinggi. Betapa pentingnya pendidikan itu bukan???

Pertanyaannya adalah “apasih tujuan pendidikan yang sesungguhnya bagi Indonesia?”
Sebagai bangsa yang pernah dijajah, pendidikan adalah sarana untuk mencerdaskan, memberantas kebodohan dan kemiskinansehingga tercipta bangsa yang makmur juga sejahtera.

Kini, sekolah di Indonesia semakin maju. Anak bangsa mampu bersaing, berkarya dan mengharumkan nama bangsa hingga ke kancah internasional. Melalui pendidikan Indonesia tidak lagi dipandang sebelah mata oleh dunia. Bahkan kini dunia tak jarang membelalakkan mata pada Indonesia. Berdecak kagum dengan prestasi bangsa ini khususnya di bidang pendidikan.Ya, itu merupakan efek positif dari majunya pendidikan Indonesia.
Namun seandainya tokoh pendidikan Ki Hajar Dewantara masih ada dan mengevaluasi pendidikan Indonesia, menurut kamu apakah beliau bangga atau justru bersedih?

Kalau saya jadi beliau maka saya speechlesskarena kemajuan pendidikan Indonesia tidaklah kalah dengan dunia luar. Apalagi dengan rutin bangsa ini memperingati hari pendidikan nasional. Mata beliau berkaca akibat air mata kebahagiaan.

Namun, di sisi lain mata yang berkaca-kaca itu menjadi sangat perih karena bangsa melupakan esensi pendidikan yang sesungguhnya, lupa tentang sejarah misi pendidikan Indonesia. Buktinya saja, susahnya mencari lirik lagu “hari pendidikan Nasional” di mesin pencari yang canggih. Artinya, kita lambat laun melupakan fondasi pendidikan yang sesungguhnya. Kita sekedar memperingati tanpa menjiwai dan memahami.

www.indokampus.com

Pada dasarnya, tokoh pendidikan Indonesia menanamkan methode among sebagai metode pendidikan Indonesia. Artinya, pengajar mengayomi dan mengamong para siswa layaknya ibu mengajari anak berjalan dituntun dengan penuh kasih sayang.

Lalu, apa yang kita saksikan sekarang?? Makna pendidikan kini telah berubah. Pendidikan merupakan ajang bersaing, mengejar angka, dan pemaksaan untuk pintar.

Tidak jarang juga kita melihat pemandangan orang tua yang tidak sepenuhnya melepaskan anaknya untuk dididik, anak-anak merasa dihakimi di sekolah, dan pendidik enggan mendidik dan memberikan sanksi sebagai proses pembelajaran. Kenapa??

Secara tidak langsung, belakangan pendidikan hanya berfokus menciptakan manusia intelektual.
Pendidikan yang seharusnya menuntun supaya bisa, justru kini menuntut harus bisa. Ya, pergeseran makna. Pendidikan semata-mata menghasilkan pemikiran tajam namun identik dengan keegoisan.

Lihatlah sekeliling, tidak sedikit yang telah melewati pendidikan justru pulang sebagai pemberontak bagi ibu Pertiwi ataupun bagi ibu kandung. Bahkan, tidak ingin pulang membangun bangsa., Mengembangkan kampung halaman.

Kenapa???

Bukankah pendidikan bertujuan mencerdaskan anak bangsa dan kemudian menjadi berguna bagi negara Indonesia?. Bermanfaat bagi kampung halaman?

Dalam peringatan hari pendidikan Nasional ini, mari kita saling mengingatkan bahwa pendidikan semata-mata bukan hanya mencerdaskan pikiran, namun untuk membuat kita semua bijaksana baik sebagai pemerintah, pendidik, anak didik ataupun wali anak didik.

Pendidikan untuk membangun bangsa Indonesia.

Berpendidikan agar bisa cerdas akal, emosi dan rohani.

Untuk kita yang sedang bersekolah orang tua menyekolahkan anaknya untuk bisa berbakti dan justru bukan untuk membangkang. Izinkan dirimu di didik pikiran juga akhlak nya.

Untukmu para pendidik kami, beradalah di belakang kami, mendukung kami, sabarlah terhadap kami.Namanya juga anak sekolahaliasyang terkadang konyol dan salah. Terrsenyum lah jika engkau lelah dengan tingkah kami.
Untuk orang tua kami, bekerjasamalah dengan kami dan juga pendidik kami, agar tercipta pengertian di antara kita.

Untuk pemerintah Indonesia, standar pendidikan kita untuk bangsa yang sejahtera, bukan untuk egois dan terlalu terpaku dalam persaingan. Sebab itu, perbanyak lah program pendidikan yang mampu mengasah rasa peduli terhadap bangsa, rasa memiliki bangsa sendiri. Agar tercipta harmoni manis dalam pendidikan Indonesia.

 

Be Smart, Read More Artikel dari Penulis

Comments

Loading...