“SILENT KILLER”

Pembunuh Diam-Diam

0 407
Jadilah pribadi yang bijak.
Ketahui apa yang harus dihindari
Dan apa yang harus diberikan perhatian penuh.

Ada satu jenis dosa yang sering tidak kita sadari. “Prasangka”, ini dapat menjadi pembunuh secara diam-diam. Kerap kali disebut “Silent Killer”. Silent Killer dapat berupa penilaian kita terhadap seseorang tanpa memberinya kesempatan untuk menjelaskannya. Kejadian ini sering kita temukan dikeluarga, disekolah, di tempat kerja, di persekutuan, di organisasi, atau terhadap diri sendiri pun ini bisa terjadi.

Contoh dikeluarga ketika orangtua hanya mampu menilai sisi kelebihan seorang anak lalu membandingkannya dengan anak yang lain dan menilai yang lain tidaklah berbakat. Sehingga potensi yang sebenarnya dimiliki sang anak pun terpendam. Takut salah dan disalahkan. Takut semua yang dilakukan justru tidak diinginkan. Malu jika akan diejek oleh orang lain.

Kasus lain, ketika seseorang menilai temannya seorang pendiam adalah sombong dan jahat. Silent Killer sering menghampiri si pendiam. Akan banyak tuduhan, sindiran dan ejekan diterima. Faktor mereka yang pendiam sehingga kesempatan untuk menjelaskan itu tidak lagi didapatkan oleh silent killer dari kekeliruannya karena si pendiam yang lebih cenderung memendam semuanya.

Tak jarang penghakiman pun terjadi. Apapun yang dilakukan terlihat salah dimata mereka. Rasa serba salah pun tercipta. Mengeluh kadang terdengar. So tell me, where shall I go? To the left, where nothing’s right? Or to the right, where nothing’s left?

Jangan pernah menghakimi seseorang
Tanpa kamu tau keseluruhan dari ceritanya,
Kamu berpikir kamu mengerti,
Tapi sebenarnya TIDAK.
———————————————————————
Never judge someone without knowing
The whole story,
You may think, you understand,
But you DON’T.
angkorsite.com

Hal serupa juga terjadi kepada diri sendiri. Membunuh secara diam-diam pribadi yang dimiliki. Ini sering dialami oleh seorang yang introvert. Seseorang yang tertutup yang diam-diam merasa buruk menutup pikiran atau bahkan berusaha membunuh perasaan yang ada, ini terasa kejam dan terasa mengerikan bagi yang mengerti akan hal ini. Adanya silent killer dimana-mana, tanpa kita sadari itu membunuh karakter seseorang lewat label yang diberikan kepadanya.

Menurut penglihatan sehari-hari, manusia cenderung mendengar apa yang ia ingin dengar. Ini lebih ke hal buruk. Manusia lebih ingin mendengar hal buruk karena kehebohanya daripada hal positif yang biasa-biasa saja. Hal negatif yang heboh akan lebih di dengar manusia tanpa konfirmasi dan verifikasi terlebih dahulu untuk mengetahui kenyataan yang sebenarnya.

Ketidakadanya konfirmasi dan verifikasi yang ditemukan membuat manusia cenderung menelan informasi dengan penuh tanpa difilter terlebih dahulu. Hendaknya kita hati-hati menerima informasi dan tidak buru-buru menjadikannya sebagai sebuah kebenaran tanpa melakukan cover side atau bertanya pada pihak lain. Terkadang sebuah kebenaran akan terungkap setelah bertahun-tahun kemudian.

Lalu bagaimana kita menyikapinya? Kita tidak bisa memaksa semua orang berpandangan baik terhadap kita. Namun teruslah berusaha meyakinkan dan memberi bukti nyata bgi mereka, bukan dari perkataanmu, melainkan dari perbuatan yang kamu lakukan. Tetap lakukan yang terbaik, meskipun kita disalahmengerti^^.

Dan kemudian saya tersenyum lagi,
Bukan karena saya bahagia,
Tapi karena saya masih kuat^^
————————————————————-
And then I Smiled one again,
Not because I was happy,
But because I was strong^^

 

That’s all thank you, God Bless ^^

 

Salam
Ndaha Kecil ^^

 

Be Smart, Read More Artikel dari Penulis

Comments

Loading...