Urgensi Diversi Berbasis Kearifan Lokal, PKPA Nias Dorong Pemko Gunungsitoli Kukuhkan Forum Diversi

0 378

Sebagai mandat dan substansi penting dari UU No. 11/2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (UUSPPA) yakni pelaksanaan diversi dengan pendekatan keadilan restorative justice dalam penyelesaian kasus anak yang berhadapan dengan hukum. Lebih lanjut, disebutkan dalam UUSPPA,DIVERSI sendiri adalah pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan Pidana ke proses di luar peradilan pidana. Proses diversi dimaksud dilakukan melalui musyawarah berdasarkan keadilan restoratif.

“Mengingat pentingnya penerapan UUSPPA tersebut untuk memenuhi keberpihakan kepada anak yang berhadapan dengan hukum di Kota Gunungsitoli, maka PKPA kantor cabang Nias telah menginisiasi pembentukan Gugus Tugas Forum Diversi di Kota Gunungsitoli. Adapun SOP (Standar Operasional Prosedur) pelaksanaan Forum Diversi dimaksud telah digodok dalam diskusi-diskusi terfokus sebelumnya, dan dokumen itulah yang akan disampaikan pada hari ini, kemudian akan diserahkan kepada pemerintah Kota Gunungsitoli untuk dapat dipergunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan Diversi.” Ungkap Chairidani Purnamawati, Manajer PKPA Kantor Cabang Nias dalam kegiatan Diseminasi Draft SOP dan SK Forum Diversi Berbasis Kearifan Lokal di Kota Gunungsitoli (27/02/2018).

Diseminasi Draft SOP dan SK Forum Diversi Berbasis Kearifan Lokal di Kota Gunungsitoli

Kegiatan yang dimaksudkan untuk mendapatkan masukan dan saran terkait SOP Forum Diversi Kota Gunungsitoli tersebut dihadiri oleh 30 peserta dari unsur kepolisian, kehakiman dan kejaksaan, perwakilan forum anak kota Gunungsitoli, SKPD pemerintahan yakni Dinas P5A (Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), Dinas Sosial dan Peksos, Setda Kota Gunungsitoli, pers, jaringan LSM peduli anak, serta perwakilan lembaga budaya Nias dan pemilik panti asuhan, dengan fasilitator Azmiati Zuliah, pengacara dan pendamping anak dari PKPA.

“Keadilan restoratif adalah penyelesaian perkara tindak pidana dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga korban dan pelaku, dan pihak-pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula, dan bukan pembalasan. Penyelesaian tersebut akan sangat baik ketika didasarkan pada kearifan lokal yang berlaku di Kota Gunungsitoli.” terang Azmiati Zuliah.

Sedangkan M. Yusuf selaku hakim anak di Pengadilan Negeri Gunungsitoli berharap dengan adanya SOP Diversi dan gugus tugas pelaksanaanya, maka kasus-kasus anak yang berhadapan dengan hukum yang memang layak untuk didiversi tidak lagi mendapatkan penyelesaian di pengadilan.

“Ketika dapat diselesaikan dengan pendekatan restoratif justice di masyarakat berupa perdamaian untuk kasus yang memang layak didiversi, mengapa tidak. Akan lebih baik untuk kepentingan anak. Karena penjara hanyalah pilihan terakhir.” ungkap M. Yusuf.

Dalam kegiatan tersebut, Walikota Gunungsitoli Ir. Lakhomizaro Zebua dalam sambutannya yang disampaikan oleh Kadis P5A Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Gunungsitoli Soginoto Dachi mengatakan bahwa Pemerintah kota Gunungsitoli mendukung sepenuhnya pelaksanaan perlindungan anak dimaksud dan berharap adanya program nyata terkait perlindungan anak tersebut di Kepulauan Nias khususnya di Kota Gunungsitoli.

“Untuk mewujudkan sasaran dimaksud, tidaklah mungkin hanya menjadi beban dan tanggungjawab dari pihak PKPA sendiri, melainkan marilah kita bergandengan tangan baik Pemerintah Daerah dan multistakeholders di Kepulauan Nias untuk mengambil peran dan fungsi masing-masing dalam mewujudkan terlaksananya pemenuhan dan perlindungan anak secara komprehensif dan berkesinambungan, dengan program dan pendanaannya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah masing-masing kabupaten/kota.” Tambah Walikota.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta sepakat untuk memilih dan menuliskan beberapa personil yang akan terlibat dalam Forum Diversi Kota Gunungsitoli yang selanjutnya akan diajukan kepada Walikota Gunungsitoli untuk di SK kan.

Be Smart, Read More Artikel dari Penulis

Comments

Loading...