Pelatihan Sinematografi untuk Forum Anak Nias Selatan

0 918

Ada yang berbeda pada pertemuan FANSEL (Forum Anak Nias Selatan) (30-31/8/2017). Sekumpulan anak-anak berkumpul di Dinas P2KBP3A (Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak) Nias Selatan untuk belajar sinematografi. Materi dan praktek perfilman dasar ini difasilitasi oleh PKPA Nias bekerjasama dengan Dinas P2KBP3A Nias Selatan. Targetnya agar anak-anak yang tergabung dalam forum memahami teknik pembuatan atau produksi film sederhana.

Sama halnya dengan Forum Anak Kota Gunungsitoli FAKOLI, FANSEL juga adalah forum anak yang mendapat dukungan dari pemerintah setempat. Penguatan kapasitas anak-anak forum kali ini mengangkat tema tentang pembuatan film pendek. Tidak menutup mata dengan pergerakan multimedia yang semakin pesat, pelatihan sinematografi ini dikemas selama dua hari dengan agenda materi : prinsip sinematografi, alasan kenapa harus mengambil foto, anatomi kamera, komposisi, angle, penggunaan kamera, editing, pemilihan minat dan bakat, praktek, dan terakhir adalah cara produksi film.

Rangkaian kegiatan itu mendapat sambutan antusias dari para pendamping FANSEL, Dinas P2KBP3A dan terlebih anak-anak itu sendiri. “Kami berharap anak-anak ini bisa memproduksi film setelah mendapat pelatihan. Kami juga sangat mengharapkan dukungan pemerintah untuk memfasilitasi FANSEL dengan kamera profesional, setidaknya dipinjamkan. Karena forum masih belum memiliki fasilitas tersebut.” Ujar Fajar Duha, seorang dari pendamping anak-anak tersebut.

Sedangkan Megawati You, Kadis P2KBP3A berharap anak-anak Nias Selatan dapat berperan serta dalam mempromosikan budaya Nias Selatan melalui film. “Isu anak dalam budaya Nias Selatan dapat diangkat. Anak-anak diharapkan lebih kreatif, tidak hanya tahu bermain, namun juga kreatif dalam bidang perfilman.” Imbuhnya.

Lebih jauh, Rido Waruwu, staf pendamping anak PKPA Nias yang menjadi pemateri dalam pelatihan tersebut mengatakan bahwa FANSEL lebih tertarik dalam hal komposisi dan teknik penggunaan kamera. “Untuk komposisi, mereka lebih suka mengatur unsur-unsur yang ada pada gambar, jadi bisa membuat hasil film lebih menarik” ungkapnya.

“Lainnya, mereka sangat antusias ketika kita membahas teknik menggunakan kamera. Seperti cara menyangga, pergerakan badan kamera, zoom in, zoom out, stop dan record, serta pemanfaatan sound. Kalau di komposisi tadi, kita praktek bagaimana mengambil gambar secara full , medium dan close up.” Tambah Rido.

Di akhri sesi, FANSEL berhasil memproduksi 2 film pendek yang berjudul “Mengalah” dan “Segarrrrr”. “Tentu masih sangat pemula, dan butuh penyempurnaan disana-sini, namun setidaknya mereka menunjukkan minat dan mau belajar hal-hal baru.” Pungkas Rido.

Teman-teman di Nias Selatan, yang ingin bergabung di FANSEL, dapat menghubungi Dinas P2KBP3A Nias Selatan. <zen>

Be Smart, Read More Artikel dari Penulis

Comments

Loading...