Secangkir Kopi untuk Masa depan Anak

0 988

Beberapa hari yang lau, tim Yaahowu ID mewakili sebuah acara yang diadakan oleh PKPA Nias yang dibungkus dalam acara yang bertajuk Coffee Morning di salah satu kafe yang ada di kota Gunungsitoli. Pada acara itu, pihak PKPA mengundang banyak perwakilan dari berbagai pihak seperti pemerintah kota Gunungsitoli, perwakilan bank SUMUT, bank BNI, bank BRI, yayasan Caritas, Yaahowu.ID, dan berbagai pihak lainnya.

Adapun tema dari acara ini adalah menggagas forum dunia usaha sahabat anak. Dalam kata sambutannya, perwakilan PKPA menjelaskan bahwa masalah anak adalah masalah yang kompleks,  karena masalah mengenai anak tidak hanya terdapat pada si anak, namun justru berakar dari keluarga atau orangtua si anak sendiri. Sebagai contoh, jika orangtua si anak memiliki pendapatan yang kecil atau tidak menetap, maka orangtua akan kesulitan dalam menyekolahkan si anak ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Masalah lain adalah para orangtua mungkin tidak mengetahui akses untuk memasuki pendidikan untuk anak dengan jalur-jalur lain seperti beasiswa atau semacamnya. Hal ini akan berdampak pada anak yang mengakibatkan dirinya putus sekolah dan akhirnya membuat anak tersebut membantu orangtuanya mencari nafkah seperti menjadi buruh, mengamen, dan lain sebagainya, yang dimana hal ini dapat mengakibatkan si anak kehilangan masa depan yang cerah.

Oleh karena itu PKPA yang selama ini hanya bergerak dalam hal pendampingan anak secara umum beberapa waktu lalu memutuskan untuk bergerak lebih maju menuju akar masalah dengan melakukan  Community Development,  yaitu sebuah program pelatihan kewirausahaan pada orangtua anak yang tadinya kurang mampu agar dapat mulai bergerak dalam bidang kewirausahaan untuk menambah penghasilan rumah tangga. Selain mengadakan peltihan dan mengubahkan pola pikir orangtua, PKPA juga turut memberikan modal awal usaha  walaupun masih dalam jumlah yang terbatas. Program ini sudah dilaksanakan oleh PKPA di kota Gunungsitoli dan Kabupaten Nias Utara selama beberapa tahun terakhir.

Selain Communty Development, PKPA juga mengadakan program Charity, yaitu sebuah program beasiswa untuk anak-anak yang kurang mampu untuk bersekolah. Dalam melakukan program Charity ini, pihak PKPA memilih targetnya dengan selektif. Anak-anak yang diberikan beasiswa oleh PKPA adalah anak-anak yang  akan drop-out dari sekolah karena tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pendidikannya. Tujuan PKPA sendiri melakukan hal tersebut agar anak tidak sampai keluar dari zona pendidikan yang merupakan bekal utama anak untuk menuju masa depan.

Namun, Pihak PKPA sendiri saat ini menyadari bahwa  kemampuan mereka masih terbatas dari segi tenaga maupun materi. Oleh karena itu PKPA mengharapkan kerjasama CSR (Corporate Social Responsibiliy) pada semua sektor yang ada di Gunungsitoli, terlebih pada sektor bisnis/wirausaha. Adapun Bank Sumut telah terlebih dahulu menjalin kerjasama dengan PKPA dalam bentuk CSR dan sudah mulai memberikan dampak dalam program-program yang dijalankan oleh PKPA yang sebelumnya disebutkan di atas. PKPA berharap akan ada lebih banyak lagi pihak dari dunia bisnis atau wirausaha yang turut mengambil bagian untuk membantu menyelamatkan masa depan anak-anak di Pulau Nias yang notabene merupakan wajah dari Pulau Nias ke depannya.

Namun, PKPA menegaskan bahwa mereka tidak memaksakan atau mengharapkan  bantuan kerjasama dalam bentuk uang/materi saja, namun bisa juga dalam bentuk tenaga, pikiran, dan lain sebagainya. Pada akhir acara, sejumlah perwakilan dari pihak-pihak yang diundang dalam acara ini menandatangani  petisi komitmen bersama untuk mendukung dan menghormati hak anak. Perwakilan tim Yaahowu.ID juga turut menandatangani petisi tersebut.

Yaahowu.ID ikut berpartisipasi dan berkomitmen dalam meningkatkan perkembangan anak-anak muda yang ada di Nias dengan menyiapkan diri sebagai wadah untuk menyalurkan kreativitas dalam hal tulisan, blog, vlog, videografi, teknologi informasi dan hal-hal kreatif lainnya yang berbau anak muda (kaum millennial) serta dapat mengadakan pendampingan jika diperlukan.

So, mari dukung anak-anak Nias untuk menciptakan wajah Nias yang lebih baik ke depannya!

Be Smart, Read More Artikel dari Penulis

Comments

Loading...