Semangat Generasi Y untuk Sejarah Peradaban Baru

Opini

0 598
inspiratorfreak.com

Semangat Generasi Y untuk Sejarah Peradaban Baru
Oleh : Iman Jaya Berkat Harefa 

Semua perubahan sebelumnya mengalami proses sosial yang menghasilkan tentang suatu hal baru, tetapi sesuatu hal baru itu bukan akhir dari segala sesuatu melainkan awal dari semua yang telah dirasakan. Salah satu generasi yang merasakan perubahan tersebut adalah generasi Y (usia 17-36 tahun). Generasi ini melihat segala perubahan yang terjadi di sekitar mereka. Kemudian, mereka mengolah alam pikirnya tentang apa yang bisa mereka lakukan untuk berinovasi dari keadaan sebelumnya.

Dibandingkan generasi X. Generasi Y mempunyai keinginan yang sangat besar dalam mengubah keadaan kampung halaman atau bangsa ini menjadi lebih maju, dalam bidang korporasi, bisnis, dan serta bidang lain sesuai dengan kecakapan kognitif serta pengalaman spesifik yang mereka punya. Selain itu, masyarakat yang hidup dalam generasi ini berani tampil berbeda dengan generasi pendahulu mereka sebelumnya.

Hal ini jelas bahwa salah satu kemampuan generasi Y adalah penguasaan teknologi digital telah menunjukkan inovasi dalam dunia bisnis yang sering disebut bisnis daring. Bahkan, mereka telah mampu berpartisipasi dalam politik, seperti menyampaikan kritik, protes, dukungan, dan inisiatif gerakan perubahan secara berjejaring melalui media daring.

Kesimpulan yang penulis bisa ambil dari generasi Y adalah mereka melakukan segala sesuatu dengan cara berbeda berdasarkan pola pikir strategis, memiliki keterampilan interpersonal yang kuat, memiliki visi, semangat, antusiasme, dan ketegasan serta cenderung tidak menyukai pemimpin bergaya aristokrat. Mereka juga mapan menaruh orientasi pada bisnis mandiri dan memiliki niat besar untuk menjalankan bisnis sendiri di masa depan.

Kepribadian Modern

Perkembangan zaman saat ini telah menyeret dan mempengaruhi kepribadian manusia dalam berpikir dan bertindak. Bahkan, kemajuan zaman sekarang ini tidak lazim akan mempengaruhi keberadaan nilai-nilai, norma, dan ideologi setiap individu dalam masyarakat.

Dalam keadaan sekarang ini peran generasi Y sangatlah dibutuhkan. Dengan adanya kemampuan generasi Y dalam berbagai bidang terutama teknologi. Maka,  generasi Y harus mampu memiliki kualitas sikap, nilai, serta kebiasaan yang cenderung bersifat membangun peradaban baru yang lebih humanis. Hal ini juga bisa dibuktikan dalam kesiapan menerima pengalaman, keterbukaan terhadap inovasi, dan perubahan untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Beranjak ke hal lain generasi Y memiliki peran sentral dalam membangun politik nasional yang lebih baik ke depan. Belajar menerima perbedaan pandangan dan mengedepankan pandangan bersama dalam berpolitik adalah satu cara generasi Y membangun politik nasional yang baik. Sehingga dengan ada politik nasional yang baik mampu melahirkan para politisi-politisi serta negarawan yang memiliki integritas, kepercayaan terhadap kemampuan diri sendiri, dan bersama orang lain untuk menata persoalan politik yang mampu secara bersama-sama membangun peradaban bangsa yang lebih humanis. Karakter humanis yang dapat ditunjukkan melalui rasa keadilan dalam berbagai hal, menghormati martabat orang lain, memiliki rasa untuk menciptakan keteraturan sosial baik dalam ekonomi dan kebijakan pemerintah.

Generasi Y memiliki kepribadian modern yang merupakan hasil dari modernisasi zaman yang ikut merambah dalam perkembangan martabat manusia. Kepribadian modern generasi Y jika ditelisik  berbicara tentang kepribadian masyarakat Indonesia kedepannya. Kita harus mengerti suatu saat sejalan dengan perubahan kepribadian generasi Y maka berubah pula sistem nilai budayanya.

Cita-Cita Reformasi oleh Generasi Y         

Negara dan masyarakat tak bisa berbohong lagi untuk mengharapkan sosok generasi muda bangsa, yang memang bisa membuka gerbang reformasi dalam bidang sosial, politik, ekonomi, dan hukum. Maupun hal-hal mendasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara kini mulai menanti kontribusi manifest maupun laten yang berasal langsung dari niat dan aksi para generasi Y saat ini untuk mengadapi tantangan kekinian dan solusi menghadapinya.

Bangsa Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki potensi menjadi negara besar, dimana terlihat dari cita-cita kemerdekaan serta upaya mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Meskipun pada saat ini mengalami pasang surut yang luar biasa untuk mewujudkannya. Konsep-konsep terbarukan dalam negara baik konsep sosial, politik, ekonomi, hukum, dan tatanan negara. Serta tatanan nilai-nilai kemasyarakatan yang tertuang dalam undang-undang dasar telah tampil di permukaan dan semuanya telah menunjukkan upaya pencapaian dan perbaikan dari masa sebelum reformasi bergulir. Meskipun demikian untuk lebih mewujudkannya maka peran sentral generasi Y sangatlah dibutuhkan.

Generasi Y juga harus sadar bahwa negara Indonesia yang mempunyai heterogenitas kompleks dengan potensi disintegrasi yang tinggi. Hal ini mengharuskan setiap kontribusi dan langkah yang harus mampu diarahkan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan, serta memperkukuh komitmen kebangsaan dengan memandang bahwa keanekaragaman ras, suku, agama, dan bahasa daerah merupakan khasanah budaya yang justru dapat menjadi unsur pemersatu bangsa oleh generasi Y.

Bahkan fakta reformasi sekarang ini yang sebenarnya bertujuan mengubah sistem korup kini justru dikuasai relasi para pengusaha-politisi yang menggunakan kebijakan publik. Demi kepentingan korporasi dan benar adanya jika tidak diatasi dengan baik hal itu menumpulkan daya saing bangsa sekaligus memperlebar kesenjangan sosial ekonomi, untuk itu diharapkan generasi Y yang mau berkarya untuk bangsa harus meninggalkan virus mental buruk seperti hal demikian.

Model Revolusi Generasi Y

Jika dianalisis fenomena generasi Y merupakan model revolusi yang meletus akibat adanya kemampuan sumber daya menguasai peluang baru, terkhususnya kemampuan menguasai teknologi. Hal ini menimbulkan adanya kesadaran  persaingan untuk melakukan sesuatu karya inovasi bagi mereka generasi Y yang juga diakibatkan adanya peningkatan ketakpuasan, keluhan, kekacauan, konflik berkepanjangan, maupun krisis ekonomi yang terjadi saat ini. Sehingga generasi Y mencari solusi melalui semangat yang mereka punya untuk mencoba kreatif melakukan segala sesuatunya.

Salah satu contoh komunikasi politik generasi Y adalah dalam mempraktekkan model demokrasi partisipasi untuk mendukung calon pemimpin. Generasi Y melalui media sosial seperti dalam sejarah pemenangan Jokowi-Basuki di Pilkada DKI 2012, Jokowi-JK di Pilpres 2014. Bahkan yang kita lihat saat ini semangat mereka  mendukung Basuki Thaja Purnama alias “Ahok”dengan inisiatif tinggi dan rela tak dibayar untuk mengumpulkan KTP, sebagai syarat Ahok untuk maju sebagai calon gubernur melalui jalur independent.

Hal ini salah satu keunikan kreatifitas dan kegigihan generasi Y dalam melakukan sesuatu. Maupun berkarya yang cenderung memanfaatkan peluang yang tersedia seperti halnya pemanfaatan teknologi seperti media sosial. Mereka adalah aktor luar biasa yang memiliki kualitas pribadi yang khas mulai dari pengetahuan, kecakapan, bakat, keterampilan, kekuatan fisik, dan karisma. Secara sosiologis bisa dijelaskan bahwa mereka dengan cara tak sengaja, tak diharapkan dan tak disadari tindakan mereka mungkin berdampak untuk mempengaruhi orang di sekitarnya.

Bahkan, karena kemampuan dan kecakapan generasi Y beberapa korporasi bersaing memikat generasi ini, seperti di Indonesia persaingan untuk mendapatkan sumber daya manusia generasi milenial makin ketat. Persoalan ini timbul karena generasi Y  jarang memiliki keinginan untuk masuk korporasi. Tetapi, mereka lebih memilih untuk bekerja di usaha rintisan berbasis digital dengan kultur kerja semenarik mungkin. Alhasil, generasi Y dapat berkembang lebih baik karena mereka lebih berkarya dengan sepenuh hati dan sesuai nilai-nilai yang mereka miliki.

Kendati demikian seharusnya generasi Y di Indonesia harus diperhatikan oleh negara untuk lebih mengembangkan kemampuan dan bakat yang mereka miliki, melalui pelatihan-pelatihan khusus yang dilaksanakan oleh lembaga pendidikan. Perusahaan juga mengambil peran untuk memfasilitasi generasi Y (mahasiswa) dengan program magang di perusahaan global. Dengan memberikan kontribusi kepada Indonesia dalam meningkatkan Index Pembangunan Manusia. Pada tahun 2014, United Nation Development Program merilis laporan Index Pembangunan Manusia Indonesia berada pada tingkat 108 di dunia dari segi kualitas SDM. Dengan hasil index ini pekerjaan rumah tangga negara untuk meningkatkannya melalui pengembangan dan pelatihan bakat serta kecakapan kognitif generasi Y.

Oleh karena itu, penulis melihat bahwa generasi Y adalah bagian dari agen perubahan yang telah diturunkan dalam bumi, dan memberikan pandangan bahwa perubahan sosial dipandang sebagai strukturalisasi dan restrukturalisasi terus menerus. Penulis melihat generasi Y membawa warna-warni untuk sejarah peradaban baru dunia yang mungkin lebih baik dari sejarah peradaban sebelumnya.

 

 

Penulis : Iman Jaya Berkat Harefa mahasiswa Sosiologi Fisip USU dan ketua II organisasi GEMA Nias, Founder Jemari Gema, anggota Toba Writers Forum.

Be Smart, Read More Artikel dari Penulis

Comments

Loading...